Pijat Bayi Bisa Usir Stres dan Bikin Cerdas

Jumat, 19 Juni 2015
Pijat ternyata selain menghilangkan pegal pada tubuh, ternyata bermanfaat besar bagi pertumbuhan bayi.Selain menjalin kedekatan antara anak dan orangtua, juga menghilangkan stres pada bayi.Stres pada bayi sering dipicu karena ia merasa tidak nyaman atau sakit.Selain itu, kebutuhan dasar yang tidak segera terpenuhi, misalnya lapar atau haus juga membuatnya kurang diperhatikan.

Nah, pijat bayi bisa mengatasi keadaan ini sehingga si kecil akan tenang kembali. Namun, bukan itu saja manfaat yang akan diperoleh dari pijat bayi.“Pijatan pada bayi sangat diperlukan karena orangtua dan anak harus rutin bersentuhan,” ujar Niniek Soetini MFis.Secara tidak langsung, hubungan antara orangtua dan anak semakin dekat. Maka, sedini mungkin bayi harus mendapatkan pijatan dari orangtuanya.


Wanita yang menerima gelar Master Fisioterapi dari Universitas Udayana, Bali, ini juga menjelaskan keunggulan terapi pijat.Terapi ini membuat daya tahan tubuh bayi dan hormon pertumbuhannya meningkat.Bayi pun tumbuh menjadi lebih aktif dan cerdas, entah ketika berbicara atau menanggapi rangsangan yang diberikan orangtuanya atau orang lain.“Bayi terlahir prematur atau kekurangan gizi dapat disembuhkan dengan terapi pijat ini,” imbuhnya.Mulai usia berapa sebaiknya bayi dipijat? Menurut Niniek, usia berapa pun bisa, entah itu mulai usia satu hari atau saat berusia 12 tahun. Asal disesuaikan dengan pengalaman para fisioterapisnya saja.Bayi yang dipijat biasanya proses tumbuh kembangnya berbeda dengan bayi yang tidak pernah dipijat.

Walaupun baru dilahirkan, ada baiknya bayi dipijat supaya merasa rileks.Peredaran darahnya pun akan lebih lancar sebab saat dalam rahim ia sudah merasa nyaman, tetapi kemudian 'dipaksa' keluar melalui saluran yang sangat sempit. Bayi menjadi kaget dan yang bisa dilakukannya adalah menangis.

Hasil optimal diperoleh ketika pijat bayi dilakukan dengan benar. Tahap-tahap proses pemijatan sebaiknya diketahui orangtua sebab dari sini proses tumbuh kembang anak ditentukan.
Berikut tahapannya:

1. Awali pijat bayi ini dengan sentuhan ringan di bagian tubuh yang kurang sensitif, yaitu kaki. Mulai dari telapak kaki, tekan perlahan secara merata.

2. Berikutnya, arahkan pijatan halus ke bagian betis hingga pangkal paha bayi. Lakukan dari bawah ke atas berulang kali.

3. Jangan paksakan keinginan orangtua. Kalau bayi ingin tidur telentang atau tengkurap biarkan saja.

4. Setelah paha, lanjutkan pijatan pada bagian perut. Usahakan dari sisi samping hingga mengerucut ke tengah perut beberapa kali. Gerakan pijatan di perut berikutnya adalah berputar searah jarum jam.

5. Untuk bagian bahu, pakai kedua tangan Anda. Tangan kanan untuk memihat bahu kanan dan begitu juga untuk sisi kiri. Menurut ahli medis, pijatan di bahu bisa melemaskan otot-otot yang kaku akibat menahan kepala ketika belajar merangkak atau berjalan.

6. Selanjutnya, pijatan mengarah ke bagian belakang tubuh bayi, yaitu pantat dan punggung. Gerakannya memutar searah jarum jam supaya sirkulasi darah ke jantung lancar.

7. Nah, terakhir adalah head massage yaitu memijat seluruh bagian kepala mulai dari tempurung hingga bagian belakang kepala.

Sumber : http://surabaya.tribunnews.com

Cara Virus MERS-CoV Membunuh Seseorang

Rabu, 17 Juni 2015
Infeksi MERS-CoV yang tengah merebak di Korea Selatan mungkin belum memakan banyak korban meninggal. Namun, penyakit saluran pernapasan yang serupa flu ini, cepat menimbulkan kerusakan pada saluran pernapasan hingga kematian.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI‎, Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa virus tersebut berbahaya bila sudah masuk ke dalam organ paru-paru dan merusak organ penting tersebut.

"Virus MERS yang masuk ke paru-paru akan menyebabkan kerusakan organ paru-paru lebih cepat daripada SARS. Apalagi bila korban sudah memiliki penyakit infeksi penyerta. Rata-rata korban MERS meninggal karena pneumonia,” kata Tjandra, saat ditemui di kantornya di gedung Balitbangkes, Jakarta, kemarin.

Tak hanya penyakit infeksi, Tjandra menambahkan bahwa orang-orang yang memiliki penyakit kronik lainnya, juga bisa lebih cepat memburuk setelah menderita infeksi. Dalam kondisi tersebut, terlebih bila tidak segera terdeteksi, korban MERS-CoV dapat meninggal dunia.

Sumber : Okezone.com

Awas, Jangan Sembarang Urut saat Cedera

Selasa, 16 Juni 2015
Tukang urut dianggap sebagai ‘dokter’ tradisional yang dapat menyembuhkan cedera. Namun, sebaiknya kita pintar dalam mendapatkan terapi dan teknik urut yang benar. Bila salah, cedera bisa lebih parah.

Ahli Rehabilitasi Muskuloskeletal, dr Arif Soemarjono, mengatakan bahwa mengurut bagian tubuh yang cedera dapat menambah trauma di jaringan sekitar. Urut memang bisa menjadi terapi, tetapi ada ketentuan di mana urut dibolehkan.

“Kalau mau diurut sebetulnya boleh-boleh saja. Tetapi mengurut tidak boleh menyebabkan sakit setelahnya. Kalau sakit itu bukan terapi namanya. Mengurut sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mengatasi pegal,” jelas dokter dari Klinik Flex Free, baru-baru ini, di Jakarta.

Arif mengatakan bahwa cedera yang terjadi di sekitar sendi sebaiknya tidak boleh diurut. Menggunakan alat untuk menekan daerah yang cedera juga tidak dianjurkan. Ketidakpahaman tukang urut justru bisa memperparah cedera.

"Tukang urut biasanya tidak tahu sumber bengkak atau sakitnya di mana. Bisa saja di otot, tendon otot, pembungkus otot, tulang, atau di pembuluh darah. Kalau nyeri itu akibat otot sobek, mengurut justru bisa semakin menambah trauma," tambah Arif.

Mengistirahatkan daerah yang cedera dan penanganan dengan mengompres bisa dijadikan pertolongan pertama pada kasus cedera. Pertolongan pertama ini biasa disingkat menjadi PRICE atau dapat dijabarkan sebagai protection, rest, icing, compression, dan elevation.

Sumber : Okezone.com

5 Langkah Sederhana Cegah Asam Urat

Saat ini asam urat bisa menyerang siapa saja, termasuk orang-orang kalangan muda. Segeralah mencegah bahaya asam urat dengan kunci menerapkan pola hidup sehat setiap hari.

Dilansir Timesofindia, Senin (12/6/2015), ini dia lima langkah sederhana untuk mencegah asam urat yang wajib diterapkan dalam kehidupan Anda.

Hindari makanan pemicu asam urat

Beberapa makanan yang tinggi senyawa alami purin dapat memicu asam urat harus dihindari. Misalnya saja hati sapi, daging, ikan berminyak, makanan laut hingga makanan yang mengandung ragi.

Minum susu rendah lemak

Susu rendah lemak muncul untuk melindungi diri dari risiko asam urat. Karenanya, protein susu tersebut dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk mencegah asam urat secara alami.

Makan buah berry

Buah berry seperti ceri, strawberry dan blueberry mengandung antioksidan yang dapat tinggi yang dapat menurunkan kadar asam urat.

Rajin olahraga

Olahraga teratur dapat membantu mengurangi kadar asam urat Anda secara signifikan. Pilih jenis olahraga ringan untuk mengurangi risiko cedera fatal yang membahayakan.

Suplemen vitamin C

Minum suplemen vitamin C setiap hari juga dapat mengurangi risiko Anda dengan meningkatkan jumlah asam urat yang diekskresi.

Sumber : Okezone.com
 

Puskesmas Mejayan Copyright © 2012 | Visit Puskesmas Mejayan