Ingin Ramping? Lakukan diet ini!

Jumat, 22 November 2013
Mau tahu cara menurunkan berat badan, tanpa perlu memikirkan jumlah kalori yang masuk? Caranya, beralihlah ke diet vegetarian untuk menurunkan berat badan. 
Hal ini sesuai studi terbaru dari University of South Carolina yang menemukan bahwa diet vegetarian lebih menurunkan berat badan ketimbang mereka yang makan daging.

Dalam penelitian ini, para peserta diberitahu mengikuti diet vegetarian selama dua bulan dan mereka diberitahu tak harus membatasi konsumsi kalori setiap hari. Setelah itu, kelompok pemakan sayuran sudah kehilangan sekira lima persen dari berat badan mereka, sedangkan pemakan daging hanya kehilangan dua persen.

"Jadi, alasan kenapa makan sayuran bisa membantu Anda mendapatkan tubuh ramping, para ahli mengatakan karena teori yang disebut volumetrics. Anda boleh mengonsumsi makan sayuran dengan jumlah lebih tanpa adanya kenaikan berat badan dan itu karena mereka rendah kalori," kata Elizabeth Somer, RD, Penulis Eat Your Way to Sexy, sebagaimana dilansir Womenhealth.

"Jadi, Anda tidak perlu khawatir makan banyak, asalkan Anda makan sayuran plus dengan cara yang sehat."

Dia juga menyarankan untuk para vegan menjauhi mengonsumsi junk food dengan dalih ada sayurannya dan beralih makan banyak sayuran berprotein, agar upaya penurunan berat badan berhasil.

Sumber

Waspada, Gizi Buruk Dapat Turunkan IQ Anak

Memastikan anak dan balita memiliki gizi yang cukup merupakan hal penting dalam mencegah gizi buruk. Kondisi ini tidak hanya masalah berat badan, tetapi juga IQ anak. Apa pasal? 
Ketua UKK Nutrisi & Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Damayanti Rusli Syarif, Sp.A (K) mengatakan, gizi buruk memang bisa diperbaiki dengan nutrisi untuk berat badannya. Tetapi untuk perkembangan otaknya akan sulit untuk kembali normal.

“Kondisi gizi buruk akan berdampak pada perkembangan otak anak atau balita. Hal ini karena jika kondisi gizi buruk terus terjadi, pertumbuhan kemampuan otak anak akan sulit berkembang,” ungkap Dr. Damayanti di Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2013).

“Oleh karena itu, gizi buruk bisa membuat IQ seorang anak akan turun. Kalau kita intervensi, jarang sekali bisa normal kembali atau seperti yang diberikan Tuhan,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Damayanti juga menjelaskan bahwa dalam proses pertumbuhan seorang manusia, usia emas anak dan balita adalah masa-masa di mana pertumbuhan badan dan kemampuan otak mencapai titik yang paling maksimal.

Oleh karenanya, dia mengingatkan bahwa masalah gizi balita menentukan kualitas manusia Indonesia di masa depan. Untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, kata dia, pendekatan utama yang harus dilakukan dengan deteksi dini masalah gizi, serta praktik pemberian makanan yang tepat dalam 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak.

Sumber

Inilah Solusi ASI Ekslusif bagi Ibu yang Bekerja

Dilema sebagian ibu yang sedang menyusui dalam memberikan ASI ekslusif adalah dirinya juga bekerja. Lantas, bagaimana solusinya agar buah hati tetap memperoleh ASI ekslusif?

Ketua UKK Nutrisi & Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Damayanti Rusli Syarif, Sp.A (K) mengatakan bahwa Pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan seharunsya tidak menjadi hambatan pada Ibu yang  bekerja. Menurutnya seorang ibu bisa memberikan ASI ekslusif dengan mempersiapkannya sejak awal.

"Jadi, ibu harus persiapkan sejak awal pemberian ASI itu, bukan pada ketika 3 bulan baru disiapkan," terang Dr. Damayanti di Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta Selatan (21/11/2013).

Sementara itu, untuk permasalahan pemberian ASI, Dr. Damayanti juga tidak menganjurkan dengan penggunaan sendok. Hal ini karena menurutnya pemberian ASI yang paling terbaik adalah langsung dengan puting susu ibu.

Lantas, bagaimana dengan pemberian ASI menggunakan botol susu atau dot? Seperti diketahui, ibu menyusui yang bekerja biasanya memberikan ASI menggunakan cara ini.

"Kalau botol susu masalahnya hanya pada kebersihan, tetapi bentuknya dia akan lebih mirip dengan puting susu ibu dibandingkan sendok,"tandasnya

Sumber
 

Puskesmas Mejayan Copyright © 2012 | Visit Puskesmas Mejayan