Alergi serta Pengobatannya


Alergi yaitu reaksi berlebihan atau kepekaan tubuh terhadap allergen (pemicu alergi) . Reaksi berlebihan yang timbul karena alergi bisa hilang dengan sendirinya , namun bagi beberapa kasus alergi jangan dianggap remeh karena dapat menyebabkan gejala semakin parah dan menganggu aktifitas serta dapat menyebabkan kematian apabila tubuh mengalami shock berat akibat reaksi berlebihan dari allergen .
Allergen merupakan bahan-bahan yang dianggap berbahaya oleh tubuh .

Pada dasarnya alergi dapat dicegah dengan cara menjauhi allergen yang dapat menimbulkan reaksi berlebihan pada tubuh , dengan demikian tubuh merasa aman dari reaksi yang berlebihan . Alergi dapat dibedakan menjadi beberapa macam diantaranya :

Alergi Udara Dingin
Tubuh mengalami kepekaan terhadap udara dingin , Alergi udara dingin ini bisa menyerang sistem kekebalan tubuh . Alergi udara dingin diidentikan dengan flu , serta hidung memerah atau timbul bercak merah gatal pada kulit .

Alergi Debu
Pemicu terjadinya alergi debu salah satunya adalah debu yang tersebar diberbagai sudut rumah sehingga terhirup melalui udara . Debu penyebab alergi salah satunya yaitu Tungau , tungau debu merupakan jenis binatang sangat kecil yang biasa hidup di kasur , bantal berisi kapuk , karpet , dll . Alergi Debu diidentikan dengan bersin-bersin , pilek , hidung berair , serta rasa gatal pada hidung .

Alergi Makanan
Jenis Alergi ini sangat sering dijumpai , Alergi Makanan merupaka reaksi tubuh yang tidak wajar atau berlebihan terhadap suatu makanan akibat reaksi pada imun dengan gejala spesifik . Alergi Makanan diantaranya yaitu Alergi terhadap Makanan Seafood seperti udang , kepiting , lobster , ikan laut , kerang , dll . Alergi Makanan bisa diidentikan dengan diare , kerusakan jaringan kulit akibat gatal-gatal dan bentol .

Gejala Alergi

Gejala Alergi dibedakan menjadi 4 macam berdasarkan alergi itu terjadi , diantaranya :
  • Mata , Gejala Alergi pada mata menyebabkan mata merah , gatal , berair , belekan , bintita , serta timbul warna kehitaman dibawah mata .
  • Kulit , Gejala Alergi pada kulit menimbulkan kulit merah , gatal , timbul bintik-bintik merah , eksim , serta kulit kebiruan atau hitam .
  • Sistem pernapasan , Gejala Alergi pada sistem pernapasan dapat ditandai dengan batuk , pilek , bersin , sesak napas , serta mimisan .
  • Sistem pencernaan , Gejala Alergi pada sistem pencernaan seperti diare , sering kentut , perut kembung , serta sulit buang air besar .


Mengatasi Alergi

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi :

* Menjaga kelembaban ruangan dengan mengatur sirkulasi angin dan udara.
* Menjaga kebersihan pakaian dan mengganti sprei sedikitnya seminggu sekali.
* Mebersihkan pekarangan dan memastikan tidak ada tumpukan sampah dan genangan air yang akan menjadi tempat timbulnya jamur.
* Konsultasi dengan dokter dan melakukan tes alergi untuk mengetahui allergen-allergen yang harus dihindari. Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah: rasa gatal pada tenggorokan; gatal pada mulut; gatal pada mata; gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya; sakit kepala; hidung tersumbat atau hidung meler; sesak napas; bengek; kesulitan menelan; mendadak pilek dan bersin-bersin, dll. Pengobatan alergi tergantung pada jenis dan berat gejalanya. Tujuan pengobatannya bukanlah menyembuhkan melainkan mengurangi gejala dan menghindari serangan yang lebih berat di masa yang akan datang. Gejala yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian.

Pemberian Antihistamin dapat membantu meringankan berbagai gejala. High-Desert Aller Bee-Gone Penanganan alergi yang paling tepat bukanlah dengan obat-obatan melainkan dengan cara menghindari allergen. Secara teoritis, alergi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi dapat dikurangi frekuensi dan berat serangannya. Namun sering sekali dalam keseharian, allergen sulit dihindari. Untuk itu, diperlukan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah alergi.

PENCEGAHAN

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi :

* Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun diluar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi.Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
* Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi.Untuk mandi, haruslah menggunakan air hangat seumur hidup, dan usahakan mandi sore sebelum PK.17.00'. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi.Dilarang menggunakan cat rambut.
* Jangan menggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah anda terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
* Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
* Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat akan efektif.
* Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
* Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00'
* Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat-obatan yang menimbulkan reaksi alergi. Hindarilah bahan manakan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Anda harus mematuhi aturan diet alergi anda.
* Temui ahli. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya: dengan melakukan suntikan menggunakan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut,dan diulang setiap 6 bulan sekali.

PENGOBATAN

Pengobatan alergi dilakukan dengan farmakoterapi yang memperhitungkan keamanan, efektifitas dan kemudahan dalam pemberiannya ; imunoterapi serta edukasi pasien. Salah satu farmakoterapi yang dianjurkan dalam pengobatan alergi adalah dengan obat anti histamin dari generasi terbaru seperti cetirizin.

Berbeda dengan antihistamin klasik / generasi pertama (misalnya chlorpheniramine, cyproheptadine, dexclorpheniramine, dll), antihistamin generasi kedua / terbaru umumnya memiliki efek sedatif yang rendah (efek mengantuk rendah), efektif dan sebagian bersifat anti - inflamasi ringan. Saat ini salah satu obat anti histamin, yaitu cetirizin telah masuk ke dalam kategori obat wajib apotek dari Badan POM sehingga dapat dibeli di apotek dalam jumlah tertentu dengan melalui resep dokter.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Puskesmas Mejayan Copyright © 2012 | Visit Puskesmas Mejayan