Toxic shock syndrome



Toxic shock syndrome
disebabkan karena racun yang dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (Staph), namun kondisi ini juga dapat disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh kelompok peradangan akibat bakteri streptococcus.

Sindrom ini dapat terjadi pada wanita, pria, anak-anak dan wanita pascamenopause. Faktor risiko toxic shock syndrome termasuk luka kulit dan bedah.
Gejala
Tanda dan gejala dari toxic shock syndrome terjadi tiba-tiba dan penyakit ini bisa berakibat fatal. Penyakit ini telah dikaitkan dengan:

1. Penggunaan tampon/pembalut yang tidak menyerap dengan sempurna
2. Menggunakan diafragma atau spons kontrasepsi
3. Memiliki infeksi Staph atau radang, terutama jika Anda memiliki luka pada kulit atau penyembuhan sayatan bedah

Kemungkinan tanda-tanda dan gejala dari toxic shock syndrome meliputi:

1. Demam tinggi yang mendadak
2. Tekanan darah rendah (hipotensi)
3. Muntah atau diare
4. Ruam menyerupai sengatan matahari, terutama pada telapak tangan
5. Kebingungan
6. Nyeri otot
7. Kemerahan pada mulut mata dan tenggorokan
8. Kejang
9. Sakit kepala

Pengobatan terhadap toxic shock syndrome dapat menggunakan antibiotik atau perawatan suportif lainnya. Jika tekanan darah Anda mulai turun (hipotensi), Anda memerlukan obat-obatan untuk menstabilkan tekanan darah dan cairan untuk mengobati dehidrasi.

Racun yang dihasilkan oleh bakteri Staph atau radang dan hipotensi yang menyertainya dapat mengakibatkan gagal ginjal. Jika ginjal Anda gagal, Anda mungkin memerlukan dialisis ginjal.

Sumber: MayoClinic

0 komentar:

Posting Komentar

 

Puskesmas Mejayan Copyright © 2012 | Visit Puskesmas Mejayan