Muti,Tetap Semangat Melawan Kanker Payudara

Muti,Tetap Semangat Melawan Kanker Payudara
Siapa yang tidak shock dan kaget ketika didiagnosa memiliki kanker payudara. Hal ini yang dialami oleh Madelina Mutia, tapi keinginannya untuk sembuh terus membuatnya tetap semangat menjalani pengobatan.

Madelina Mutia (44 tahun) didiagnosa memiliki kanker payudara stadium 2B pada bulan April 2010. Ketika pertama kali didiagnosa ia pun merasa shock, namun untungnya saat itu pikiran-pikiran positif lebih mendominasi sehingga ia optimis dan semangat untuk sembuh.


"Ketika itu dokter yang saya temui sangat jelas menerangkan sehingga keraguan saya pun jadi minimal. Saya lebih optimistis dan semangat untuk sembuh," ujar Mutia, saat ditemui detikHealth dan ditulis pada Senin (29/10/2012).

Lebih lanjut perempuan yang akrab disapa Muti ini menceritakan bahwa pada tahun 2006 ia memang pernah memiliki tumor jinak di payudara. Ketika itu dokter memutuskan untuk mengangkat tumornya dan ia dianjurkan rutin melakukan chek-up setiap 6 bulan.

Namun siapa sangka, ketika ia melakukan pemeriksaan rutin 6 bulanan tersebut Muti diketahui terdiagnosa kanker payudara stadium 2B pada April 2010. Tak lama berselang, sekitar seminggu setelah didiagnosa ia langsung menjalani operasi pengangkatan payudara (mastectomy) sebelah kanan yang terkena kanker.

Pengobatan yang dijalani oleh Muti ini tidak berhenti sampai di situ. Ia masih harus menjalani pengobatan kemoterapi sebanyak 8 kali dan dilanjutkan dengan radiasi sebanyak 25 kali.

"Saya tuh terus terang pada saat kemoterapi itu saya semangat, karena saya semangat pengen cepat sampai dijumlah 8 itu. Kalau saya sampai down nggak fit, kemoterapi yang saya jalani itu akan tertunda," ujar Muti.

Muti menyadari jika kemoterapinya tertunda bisa membuat pengobatan yang sudah dijalaninya selama ini menjadi hangus, dan harus diulang lagi. Ia tidak mau mengalami hal ini sehingga terus semangat sampai bisa mencapai 8 kali.

"Tapi namanya manusia, saat menjalani kemoterapi keempat saya down, saya sempat drop juga. Tapi untungnya banyak yang mensupport saya, mulai dari keluarga, teman-teman jadi saya bisa bangkit lagi," tuturnya.

Salah satu hal yang membuat Muti bisa bangkit semangat lagi adalah karena orang-orang di sekitarnya yang setia mendampingi dia ketika menjalani pengobatan dan menganggapnya bukan seperti orang yang sakit. Kondisi ini yang membuatnya jadi semangat.

Perjuangannya tidak sia-sia, pada Maret 2011 lalu ia berhasil menyelesaikan pengobatannya. Meski begitu ia masih harus melakukan chek up rutin setiap 6 bulan sekali dan mengonsumsi obat tamoxifen sampai 5 tahun.

"Sampai saat ini hasil pemeriksaannya bersih, tapi belum bisa dibilang survivor sampai nanti bisa melewati 5 tahun pertama. Jadi saya masih sebagai cancer fighter," ujar Muti.

Sampai saat ini belum ada penjelasan yang pasti mengenai penyebab kanker payudara. Namun ada faktor risiko yang bisa memicu kanker, salah satunya adalah genetik, dan diketahui dalam keluarga Muti ada riwayat kanker.

Kini jika diamati dari luar mungkin orang tidak menyangka bahwa ia adalah seorang cancer fighter, karena pembawaannya yang selalu tersenyum bisa memberikan semangat bagi para penderita kanker payudara lainnya.

"Saran saya cintai diri kita, cintai keluarga yang menyayangi kita. Caranya jangan pernah takut untuk melakukan deteksi dini, karena kita harus sehat untuk orang-orang yang kita sayangi, berbekal itu kita harus berani untuk melakukan deteksi dini," tutur Muti.

(health.detik.com)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Puskesmas Mejayan Copyright © 2012 | Visit Puskesmas Mejayan